PONTIANAK - Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mengukuhkan ikan arwana, atau yang akrab disapa siluk, sebagai ikon ekonomi kreatif sekaligus komoditas ekspor unggulan semakin menguat. Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan keseriusan pemerintah dalam memfasilitasi para penangkar agar potensi luar biasa ini dapat terus berkembang pesat.
"Ikan siluk atau arwana Kalbar memiliki kualitas terbaik di dunia. Pemerintah harus hadir memastikan para penangkar tidak terhambat oleh birokrasi yang berbelit. Kita ingin ekspor siluk Kalbar dapat melaju lebih cepat ke mancanegara, " ujar Ria Norsan saat menerima jajaran Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) di Pontianak pada Kamis (02/04/2026).
Lebih dari sekadar hobi, ikan siluk kini menjelma menjadi sektor investasi bernilai tinggi. Potensinya tidak hanya dalam menyerap tenaga kerja lokal, tetapi juga mampu mengangkat nama daerah di kancah internasional. Namun, Norsan mengakui masih ada pekerjaan rumah terkait aspek regulasi, terutama pada proses sertifikasi dan perizinan pengangkutan yang dirasa masih berbelit.
Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Provinsi Kalbar akan segera berkoordinasi dengan instansi vertikal terkait. Tujuannya jelas: menyederhanakan proses administrasi agar lebih cepat dan efisien, membuka jalan bagi arwana Kalbar untuk menembus pasar dunia tanpa hambatan berarti.
Selain pembenahan regulasi, Pemprov Kalbar juga bertekad memperkuat promosi komoditas kebanggaan ini. Partisipasi dalam pameran dagang internasional, festival budaya, serta perluasan akses pasar ke kawasan Asia Timur dan Eropa menjadi strategi utama. Norsan juga menekankan pentingnya kolaborasi riset untuk menjaga kemurnian genetik arwana lokal, memastikan kualitasnya tetap prima dan daya saingnya di pasar global tidak tergoyahkan.
"Kita memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha ikan siluk, termasuk mendorong riset dan penguatan kualitas agar arwana Kalbar tetap menjadi primadona dunia, " tandasnya, menunjukkan betapa besar harapan pemerintah pada sektor ini.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah disambut hangat oleh Ketua Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk, Erik Hikmatul Basyir. Ia mengakui bahwa selama ini perjuangan para penangkar banyak dilakukan secara mandiri. Perhatian langsung dari gubernur menjadi suntikan semangat yang sangat berarti dalam menghadapi persaingan pasar global yang kian ketat.
"Selama ini kami banyak berjuang secara mandiri. Dengan dukungan langsung dari Bapak Gubernur, kami optimistis ekonomi kerakyatan berbasis budidaya ikan hias ini akan naik kelas, " ungkap Erik dengan penuh keyakinan.
Dalam pertemuan tersebut, APPS juga memaparkan rencana ambisius untuk menyelenggarakan APPS Arowana Kontes 2026, sebuah ajang bergengsi yang akan memperebutkan Piala Grand Champion Gubernur Kalbar. Erik meyakini, dukungan penggunaan Piala Gubernur dalam kontes ini akan menjadi magnet tersendiri, sekaligus memperkuat citra Kalbar sebagai pusat arwana dunia melalui kegiatan berskala nasional hingga internasional.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini. Kontes Arowana 2026 diharapkan mampu memperkuat posisi Kalbar sebagai pusat arwana dunia, " pungkasnya, optimis menatap masa depan gemilang bagi arwana kebanggaan Bumi Khatulistiwa. (PERS)

Updates.